Minggu, 27 Juni 2010

Catatan untuk adikku...

.Assalamu'alaykum wr wb.

A, pagi ini baru saja fu posting notes untuk adik fu, tentang dia yang harus masuk IPS karena nilainya tidak memenuhi untuk masuk IPA. Huffttt.. tahukah a, fu sampai nangis-nangis pas awalnya... Tapi Alhamdulillah sekarang fu bisa tenang. Skenario Allah itu pasti lebih indah, dan yang terbaik untuk setiap hamba-Nya. Meski kadang fu suka berantem sama adik fu, tapi fu sayaaaaaannnnng sama dia. Hmm... jadi kangen dia, kangen mereka Ziegma Elmart Family.... Kangen mama, kangen papa, kangen Ia, kangen Dede....

Ini catatan untuk "Ia", adik pertamaku... baca ya!

Assalamu'alaykum... adikku sayang...
Tadinya teteh sempet nangis pas tahu Ia masuk jurusan IPS. Apalagi teteh nambah sedih pas tahu kalau kamu gak bisa masuk IPA hanya karena nilai Biologi 76 dan Kimia 78, kurang sedikit saja untuk mencapai 79. Tapi nilai Fisika dan Matematika bagus kan? Bahasa Inggris gimana? Alhamdulillah kalau memang bagus. Teteh semakin sakit hati pas tahu kalau masuk jurusan IPA itu ada juga yang bisa nego dengan bayar 2,5 juta. Astagfirullah... pendidikan macam apa ini? Mungkin kita memang orang yang tidak mampu. Tapi, teteh jamin, kalaupun mama dan papa ataupun teteh nanti bisa punya uang segitu bahkan lebih, mereka pun tak akan mau mengambil jalan seperti itu, karena itu jalan yang tidak jujur. Ingat sayang, segala hal yang kita lakukan di dunia ini akan dipertanggungjawabkan di akhirat ini. Sungguh, kenapa kehidupan di dunia ini terasa pahit, karena surga itu manis. ^_^


Kemarin mama dan papa bilang ""Kalau Yayang keberatan denga keputusan ini, apa teteh Yayang mau memperjuangkannya, kan Yayang punya banyak kenalan guru SMA, siapa tahu bisa nego?", dengan tegas teteh jawab : "Maaf Mah, Yayang tidak suka dengan hal seperti itu, itu nepotisme namanya." Mama bilang : "Berarti Yayang sependapat kan dengan keputusan mama, kalau mungkin ini sudah takdir dari Allah, siapa tahu memang Ia bakan sukses melalui bidang IPS."


Maaf Ia, bukan teteh tidak mau membantu. Teteh kenal dekat sama guru-guru teteh yang ada di SMA, bahkan mereka yang mempunyai jabatan penting di sana. Kalau teteh mau, sekarang juga teteh bisa minta bantuan mereka. Tapi bukan itu yang teteh inginkan, itu adalah dosa, Allah tidak menyukai cara seperti itu.


Ia jangan merasa terbebani oleh teteh. Setiap orang punya jalan sendiri-sendiri. Tidak semua kakak-adik itu "identik" dalam bidang dan bakatnya. Anak yang kembar saja punya perbedaan, apalagi kita yang jelas-jelas lahir di waktu yang sangat berbeda. Bukan berarti karena teteh jadi bidan, Ia harus jadi dokter atau sejenisnya. Tidak profesi/cita-cita paling keren di dunia ini. Apa gunanya titel dokter kalau tidak dijalani serius dan saat lulus menjadi pengangguran. Sebaliknya lebih mulia karyawan biasa namun dia menjalaninya dengan serius dan karena Allah Ta'ala. Ingat, kalau kita yakin pada Allah, segala sesuatu pun sangat mungkin untuk terjadi. Inget ya, Bismillah...


Teteh punya satu cerita. Kemarin saat teteh Bidkom di lembang teteh ngajar TPA. Waktu hari pertama mengajar, teteh menyuruh anak-anak untuk mengenalkan dirinya masing-masing berikut cita-citanya. Nah, ada satu anak yang menurut teteh sangat unik, karena sementara yang lain menyebut ingin menjadi dokter lah, polisi lah, pilot lah, sedangkan dia menyebutkan kalau dia ingin menjadi "tukang kueh". Semuanya langsung tertawa dengan kelucuannya, apalgi emang anaknya menggemaskan sekali. Euh... pokona pengen ngajembel, hehe... Back to discuss, apa salah bila ingin menjadi tukang kue? Eits, tidak salah, siapa tahu dia menjadi pengusaha kue terkenal seperti Kartika Sari, Brownies Amanda, atau toko kue terkenal lainya.


Kalau memang hasil psikotes menunjukan kalau Ia berbakat di bidang IPS, ya memang itulah diri Ia yang sebenarnya. Ia jangan merasa terbebani oleh teteh, ingin seperti teteh, ataupun berpikir harus bisa seperti teteh. Seperti yang teteh bilang, kalau setiap orang punya jalan masing-masing. Ia harus bisa jadi diri sendiri. Insya Allah Ia pun bisa membanggakan mama papa dengan Ia menjadi diri sendiri. Bukankah Ia juga sudah berprestasi dengan menjadi salah satu perwakilan sekolah untuk olimpiade Geografi? Itu juga prestasi adikku. Jujur saja, dulu bahkan nilai Geografi teteh pas-pasan.


Kata mama, nilai-nilai IPS kamu bagus-bagus ya? Berarti memang kamu lebih cocok di bidang IPS. Bukan berarti dengan masuk IPS itu adalah anak yang bodoh, atau murid buangan. Meskipun mungkin di SMA kita itu "kesannya" seperti itu, Ia jangan terpengaruh. Ia harus buktikan kalau Ia juga bisa berprestasi di bidang IPS. Ia harus belajar yang rajin. Ia harus buktikan sama mama papa, kalau Ia juga bisa membanggakan mereka dengan Ia masuk IPS.


Sambil menjalani mata pelajaran IPS nanti, Ia harus sudah mulai berpikir akan memilih bidang apa. Akuntansi kah, Ekonomi kah, Sejarah kah, Geografikah, atau kah-kah yang lain, hehe... (Teteh lupa, pelajaran IPS teh apa saja sih? Hehe...) Siapa tahu nanti Ia bisa menjadi akuntan hebat, ahli ekonomi hebat, staf manager di BANK, atau bisa juga jadi Sejarawati hebat. Euuh... banyak banget kan peluangnya? Hayo.. hayo... pilih yang mana? Hehe... Nah, tapi semua itu hanya bisa diraih dengan "keseriusan" Ia dalam belajar, dan jangan lupa "Bismillah..."


Ia jangan terlalu banyak main lagi. Inget, mama sama papa udah banting tulang membiayai sekolah anak-anaknya. Jangan sampai mengecewakan mereka. Ayo semangat kita pasti bisa!!! Ia pasti bisa!!! Mumpung belum dijalani, niatkan dari sekarang kalau Ia akan serius dalam belajar. Berjanjilah pada diri sendiri kalau semuanya ini Ia lakukan untuk Allah Ta'ala, kedua orang tua, semua keluarga, dan terutama untuk kebaikan Ia sendiri. Semangaaaattt!!! Yayang yakin Ia pasti bisa.... harus bisa... dan memang pasti bisa... !!!


Yayang, Ia dan Dede pasti bisa membanggakan mama dan papa, dengan cara masing-masing, karena setiap anak itu berbeda bakatnya... ^_^




Bandung, 270610
Yayang
_yang selalu merindukanmu_


Miss them so much....
Sudah hampir 3 bulan tidakk bertemu... T_T

Selasa, 25 Mei 2010

Pernahkah Mendoakan Jodohmu?

Assalamu'alaikum....

Apa kabarmu hari ini? Aku yakin kau telah terlelap sejenak untuk merefresh otak dan ototmu yang seharian ini telah bekerja keras untuk selalu melakukan perbaikan terus menerus. Kali ini aku mengidap insomnia lagi, aku ingin bercerita padamu.

Aku sempat kaget saat di suatu acara motivasi seorang trainer bertanya dengan lantang pada semua hadirin :

"Pernahkah mendoakan jodohmu?"
Jujur saja aku bingung sekaligus serasa sesak atas pertanyaan itu. Pertanyaan yang terdiri dari 3 kata itu cukup membuatku berpikir keras, otakku terkuras, dan hatiku serasa tersayat-sayat. Bukan karena apa-apa. Tapi ternyata tak pernah terpikirkan sedikitpun oleh otakku itu untuk mendoakanmu. Ya! Mendoakanmu. Betapa lupanya aku akan itu.



Sebagaimana telah diketahui oleh banyak orang bahwa doa mempunyai kekuatan yang begitu dahsyat. Allah selalu menjawab doa-doa hamba-Nya yang mau memohon dengan tulus ikhlas pada-Nya. 
Tiga dari banyak cara Allah menjawab doa hamba-Nya :
  1. Mengabulkan doa kita untuk menambah iman
  2. Menunda dan memberikannya di saat yg lebih tepat dan lebih indah untuk menambah kesabaran dan hikmah dalam hidup kita.
  3. Tidak Mengabulkan doa kita tetapi memberikan hal lain yg jauh lebih baik untuk kita. Karena yg terbaik di mata manusia belum tentu yg terbaek untuk kita di mata Allah.


Tak terbersit di otakku bahwa aku mempunyai kewajiban untuk mendoakanmu, karena bagaimanapun kau adalah orang yang Allah takdirkan untukku. Padahal mungkin kau selalu mendoakanku di setiap sujud sembahyangmu pada-Nya. Aku tak pernah sadar bahwa keadaanku sekarang ini diakui atau tidak karena doa darimu juga salah satunya. Insya Allah... sekarang ini aku selalu mendoakanmu, di setiap sujudku. Aku tidak boleh egois untuk tidak mendoakanmu. Sekarang, selain untuk orang tua, adik, keluarga, sahabat dan kamu musmlimin muslimat, ada kau juga dalam doaku. Semoga Allah selalu melindungimu.

"Pernahkah mendoakan jodohmu? Doakanlah ia, karena boleh jadi keadaanmu sekarang ini karena ia yang selalu mendoakanmu."

Asrama Kampus
_Fu_

Surat Pertama Untuknya

Assalamu'alaikum...

Apa kabar calon suamiku? Semoga kau selalu berada dalam naungan dan perlindungan Allah SWT. Sudah lama sekali aku ingin membuat blog ini. Blog tentangku, tentangmu, tentang-Nya, tentang kita. Dulu saat aku tidak suka membaca apalagi menulis, aku pernah berharap bisa membuat atau menuliskan suatu hal untukmu. Dan sekarang, mungkin hanya ini yang bisa aku berikan padamu. Carik marik catatan harianku untukmu.

Atas nama Allah aku sama sekali tak mau menduakan-Nya hanya karenamu. Aku selalu berharap dan berusaha bahwa rasa cintaku pada-Nya berbeda jenis dengan cintaku padamu kelak.. Karena cintaku pada-Nya adalah sebuah rasa tak terdefinisi pada Sang Maha Tinggi yang terlalu terlalu suci untuk dibanding-bandingkan dengan jenis cinta lain. Kuharap cintaku padamu kelak bisa membuatku semakin mencintai-Nya lagi dan lagi, karena sejatinya Ridha-Nya lah yang kita cari.

Insya Allah hanya karena Allah lah aku setia menantimu. Tenang saja, aku tak pernah sendirian dan aku rasa kau pun tak pernah sendirian, karena Allah bersama kita. Dan saat nanti kita bertemu pun Allah tetap bersama kita, dihati kita, dan cinta diatas cinta segalanya.

Aku tak pernah tahu siapa dirimu. Entahlah apakah mungkin kau memang telah kuketahui namun belum kukenal, ataukah mungkin kau memang telah benar-benar kukenal, ataukah kita pernah berjumpa namun tak pernah sadar bahwa Allah mentakdirkan kita bersama, ataukah kita memang belum pernah sama-sama mengenal dan bertemu.Rasanya aku tidak mau terlalu berandai-andai apakah kau itu adalah dia, dia ataukah dia. Yang jelas, aku pasti setia menunggumu, hingga Allah mempertemukan kita di saat yang indah.

Wahai calon suamiku yang Allah muliakan, aku pernah membuat sebuah puisi kerinduan untukmu. Jujur saja kalau ini memang puisi yang aku buat pertama kali, untukmu. Sebenarnya telah lama sekali aku membuatnya, namun dulu aku memanglah tidak terlalu suka menulis (berbeda dengan sekarang), hingga puisi itu hanya aku saja yang tahu. Kau tahu calon suamiku, puisi itu aku tuliskan dalam salah satu BAB di novelku. Uppzz.... Aku lupa bercerita mengenai novelku padamu. Insya Allah nanti aku ceritakan di surat selanjutnya. Sekarang, aku ingin menunjukkan puisi itu untukmu.

Akan kutunggu dia
dia yang mencintai Allah lebih dari segalanya
dia yang menemaniku untuk berjuang mencari Ridha-Nya
dia yang menyayangi dan menerimaku apa adanya
dia yang membutuhkanku menjadi sandaran lahir batinnya
dia yang akan menempatkanku sebagai wanita teristimewa
dia yang akan kucinta
Akan kutunggu selalu
dia yang akan kutempatkan pada puzzle terindah hatiku
dia yang tulang rusuk kirinya hilang karenaku
dia yang terbaik yang Allah beri untukku
dia yang tak sempurna dan menerima ketidaksempurnaanku
dia yang selama ini aku tunggu
dia yang selalu kurindu 
Maaf bila secuil karya untukmu itu kurang begitu memuaskan, namun itu kutulis dari lubuk hatiku yang terdalam. "dia" itu adalah dirimu, orang yang Allah takdirkan untukku.



Innallaha ma'ana...
Asrama Kampus
_Fu_

Surat Cinta dari Jodohku

Originally created by Fu
Bismillahirrahmanirrahim…
Terinspirasi dari seorang ikhwan yang belum kuketahui siapa dia, yang begitu setia menungguku. Seolah ia mengirimkan surat cintanya ini ke dalam memori otakku.