Senin, 08 Oktober 2012

Andai

Originally created by Fu

Andai kata tak mampu sepenuh makna keluar dari mulutku; bolehkah kupinjam lidahmu, hanya tuk berucap bahwa ku merindu?

Andai suara tak jua sepenuh syahdu merapali relung jiwaku; bolehkah kupinjam telingamu, hanya sekadar mendengar bisik memilu?

Andai rasa tak mau seutuh hablur menenang diriku; bolehkah kupinjam hatimu, agar menggetar nama Tuhanku?

(Andai aku adalah kamu; haruskah meminjam semua itu?)

dan aku bukanlah kamu, melainkan sebaik cipta Tuhanku, cukuplah itu.

Bandung, 02 Januari 2012

Duhai Engkau

untukmu;

Duhai engkau kuas bahagia, pemilik lembar-lembar cahaya; yang tak kan pernah jemu menulis makna hidup, yang lah meletup; membersamaiku dengan sabar mengeja, belajar pada lembar cahayamu yang tak sirna.

Duhai engkau kanvas ceria, pemilik senyuman manis menjelaga; yang tak lelah menjemput keindahan pagi, oleh sebaik prasangka dalam hati; menciumiku dengan doa-doa, mengasap di relung jiwa.

Duhai engkau lukisan cinta, pemilik rindu yang merahasia; yang tak segan memeluk hujan dengan senyuman, mengunci air muka kesedihan; membelaiku dengan cinta, meski jarak entah seberapa.

Duhai engkau bidadari tercantik di dunia, pemilik harum dan nikmat surga; yang mensyukuriku melalui maaf-maaf tak menyudah, atas khilaf dan dosaku yang mengejawantah; mencandai pintu dan jendela, hanya tuk melihat aku bahagia.

Duhai engkau ibu; pemilik tangan Tuhan dalam restu,

: "jangan pernah jemu, memenjarakanku dalam cinta dan doamu selalu."

Bandung, 22 Desember 2011
*smsin ini ke mama pagi2, tapi baru posting ^_^

didekasikan untuk semua ibu dan calon ibu

Apabila Rindu

Originally created by Fu
: untuk,

Apabila rindu adalah kisi dunia saat menanti berjejak rahmat dalam semburat islam; perbolehkan aku memfitrahkanmu dalam fiqih-fiqih yang bernyala; menggegas ibadah sepenuh khusyu', hingga saat itu; nikmat jama'aah terdiksi denganmu.

Apabila rindu adalah genggam hati yang merahasia rahman pada selaksa iman; biarkanlah aku menyulammu dalam tauhid yang mencahaya; menyeketsa aqidah sebenar pasrah, hingga nanti; kaffahnya senyum terwujud untukmu.

Apabila rindu adalah pelukan umat yang mengkhalifahi qalbu untuk jelmaan ihsan; izinkanlah aku menyetia dalam tasawuf yang berpendar, hingga kelak; rendaan akhlak tersempurna bersamamu.

karena kamu mencipta rindu; menelisik dalam larik-larik tersembunyi yang membuat malaikat tersenyum mengamini.

dan kamu tetap menyulam rindu; menyabarlah kita atas yakin seindah islam, semurni iman, sesempurna ihsan menjemput sejati Rindu.

: maka kamu adalah rindu, hingga terkabul ikrarmu pada Tuhanku.
Majalengka, 16 Desember 2011

*terinspirasi materi pangejian kemarin, tentang islam, iman dan ihsan :)

Untuk kamu yang tengah merindu

: untuk selarik cahaya

kamu, yang tengah menjemu;
maafkanlah, aku yang acuh pada selarik pesan tak berbalas - kulenggang sungkan, tak berbekas

aku di sini; dalam kata-kata yang tiap  jentiknya mengingatkanku pada mimpi-mimpi kita, menyamudera

kamu, yang tengah meragu;
maafkanlah, aku yang melupa pada sebaris doa tak bersapa - kukulum enggan, tak bernyawa

aku di sini; dalam sendiri yang tiap sepinya menyadarkanku padamu yang nun di sana, memuara

kamu, yang tengah merindu;
maafkanlah, aku yang terlalu jumawa akan kita - meranu angkuh untuk mengaku

;aku pun di sini, merindukanmu
dalam doa rahasia yang Tuhan jaga
selalu
.

Bandung, 11 -12-11

*puisi pertama setelah hibernasi sekian lama, dibuat khusus untuk teh Hajar Nur Asiah Jamil

Cahaya Sejati

Originally created by Fu

: di sepanjang aspal bergaris putih

lampu-lampu bernyala diantara jajaran baligo tengah kota. gemerlap; tak lah menanding lampion-lampion jingga bersahaja, obor-obor yang berceria mengepul asapnya, atau lilin-llin yang menyetia memantik ajalnya. enyahkanlah saja! jika semburat warninya nyata menyaksi dosa-dosa; yang tak lah malu lagi menyembunyi; dari yang tak tahu apa itu agama, hiingga yang jelas berbangga mengaku santri.

hantarkan kami sekejap, Tuhan! pada zaman dimana hanya ada rembulan yang diagungkan malam, yang tersanding gemintang sebagi selir-selirnya. sekalilah saja meski hanya dalam bunga tidur yang tak pernah mewangi, atau bolehlah hanya pada igauan yang tak kan pernah bisa jadi bukti.

hantarkan kami sejenak, Tuhan! pada kisah Adam-Hawa yang menikmat tahun-tahun di bumi, sebelum menginjak arafah yang menyaksi; atau jua pada Muhammad yang hibernasi di dalam gua, sebelum menikmat gigil pada Khadijah yang menyelimutinya.

hantarkan kami, agar kami mengerti; hanya Engkau sejati cahaya, pasti!

menuju jejak samudera,
26 November 2011